NILAI RUJUKAN PEMERIKSAAN LABORATORIUM

NILAI RUJUKAN PEMERIKSAAN LABORATORIUM

 

 

1. GLUKOSA

Gula Darah Puasa

-          Dewasa          : Serum atau plasma : 70-110 mg/dL; whole blood: 60-100 mg/dL

-          Anak                : Bayi baru lahir : 30-80 mg/dL; Anak : 60-100 mg/dL

-          Lansia              : Serum : 70-120 mg/dL.

Gula Darah Postprandial (setelah makan)

-          Dewasa          : Serum atau plasma : <140mg/dL/2jam; darah: <120 mg/dL/2jam

-          Anak                : <120 mg/dL/2jam

-          Lansia              : Serum : <60mg/dL/2jam; darah: <140 mg/dL/2jam

Masalah Klinis

ü  Penurunan Kadar -> Reaksi hipoglikemik (syok insulin), kanker (abdomen, hepar, dan paru-paru), hipofungsi kelenjar adrenal, malnutrisi, alkohlisme, sirosis hepatis, hiperinsulinisme, latihan yang berat.

ü  Peningkatan Kadar: Diabetes mellitus, diabetik asidosis, hipofungsi kelenjar adrenal (sindrom cushing’s), stres, luka bakar, latihan, infeksi, IMA, pankreatitis akut, pembedahan yang lama, akromegali, GJK.

Obat-obat yang dapat meningkatakan nilai glukosa : Obat-obat kortison, diuretik (tiazid), ACTH, levodopa, obat-obat anestetik, fenitoin (Dilantin).

  1. 2.    BILIRUBIN
  • Bilirubin (Serum)

-          Dewasa: Total: 0,1-1,2 mg/dL; 1,7-20,5 µmol/L (unit SI)

-          Direk (terkonjugasi) : 0,0-0,3 mg/dL; 1,7-5,1 mmol/L (unit SI)

-          Indirek (tak terkonjugasi) : 0,1-1,0 mg/dL; 1,7-17,1 µmol/L (unit SI)

  • Bilirubin (Urine)

-          Dewasa: Negatif 0,02 mg/dL

Masalah Klinis

ü  Penurunan Kadar : Direk : Anemia kekurangan zat besi

Obat-obat yang dapat menurunkan nilai bilirubin : Barbiturat, aspirin (dalam jumlah banyak), penicillin, kafein.

ü  Peningkatan Kadar : Direk : Ikterik obstruktif yang disebabkan oleh batu atau neoplasma, hepatitis, sirosis hepar, infeksi mononukleosis, kanker hepar, penyakit Wilson’s. Indirek : Eritroblastosis fetalis, anemia sel sabit, reaksi transfusi, anemia hemolitik, anemia pernisiosa, malaria, septikemiam GJK, sirosis yang terdekompensasi.

Obat-obat yang dapat meningkatkan nilai bilirubin : Antibiotika, diuretik, isoniazid, (INH), sulfonamid, diazepam (Valium), narkotik, barbiturat, flurazepam (Dalmane), indometasin (Indocin), metildopa (Aldomet), prokainamid (Pronestil), steroid, kontrasepsi oral, tolbutamid (Orinase), vitamin A, C dan K.

  1. 3.    KREATININ
  • Dewasa : Serum : 0,5-1,5 mg/dL; 45-132,5 µmol/L (unit SI). Urine : 1-2 g/24 jam.
  • Anak : Bayi baru lahir : 0,8-1,4 mg/dL; Bayi : 0,7-1,7 mg/dL; 2-6 tahun : 0,3-0,6 mg/dL, 27-54 µmol/L (unit SI); Anak yang lebih besar : 0,4-1,2 mg/dL, 36-106 µmol/L (unit SI).
  • Lansia : Kadar lebih rendah karena berkurangnya kekuatan otot-otot dan menurunnya produksi kreatinin.

Masalah Klinis

ü  Peningkatan Kadar : Kegagalan ginjal akut atau kronis (nefritis, glomerulonefritis kronis), syok yang lama, kanker, lupus eritematosusu, nefropati diabetik, gagal jantung kongestif, infark miokard akut, diet (mis., daging sapi (tinggi), unggas dan ikan (efek minimal)).

Obat-obat yang dapat meningkatkan nilai kreatinin : Antibiotik (sefalosporin, amfoterisin B, aminoglikosida, kanamisin), asam askorbat, L-dopa, metildopa (Aldomet), litium karbonat.

  1. 4.    KOLESTEROL
  • Dewasa : Kadar yang diinginkan : <200 mg/dL; Risiko sedang : 200-240 mg/dL, Risiko tinggi : >240 mg/dL.
  • Anak : bayi : 90-130 mg/dL; Anak :2-9 tahun : kadar yang diinginkan 130-170 mg/dL; Risiko sedang : 171-184 mg/dL; Risiko Tinggi : >185 mg/dL.

Masalah Klinis :

ü  Penurunan nilai : Hipertensi, kelaparan, malabsorpsi.

Obat-obat yang dapat menurunkan nilai kolesterol : Tiroksin, estrogen, aspirin, antibiotik (tetrasiklin dan neomisin), asam nikotinik, heparin, kolkisin.

ü  Peningkatan Kadar : Hiperkolesterolemia, IMA, aterosklerosis, hipotiroidisme, diabetes mellitus tak terkontrol, sirosis bilier, pankreatektomi, kehamilan (trimester ketiga), stres berat, hiperlipoproteinemia tipe II, III, V, diet tinggi kolesterol, sindrom nefrotik.

Obat-obat yang dapat meningkatkan nilai kolesterol : Pil KB, epinefrin, fenotiazin, vitamin A dan D, sulfonamid, fenitoin (Dilantin).

  1. 5.    LIPOPROTEIN
  • Dewasa : Total : 400-800 mg/dL; 4-8 g/L (unit SI); Kolesterol : 150-240 mg/dL; Trigliserida: 10-190 mg/dL, fosfolipid : 150-380 mg/dL
  • LDL : 60-160 mg/dL; berisiko terhadap PJK (penyekit jantung koroner) : Tinggi : >160 mg/dL, sedang : 130-159 mg/dL, rendah :<130 mg/dL.
  • HDL : 29-77 mg/dL; berisiko terhadap PJK: Tinggi <35 mg/dL, sedang: 35-45 mg/dL, rendah: 46-59 mg/dL, sangat rendah : > 60 mg/dL.

Masalah Klinis :

ü  Peningkatan Kadar : Hiperlipoproteinemia, IMA, hipotiroidisme, diabetes mellitus, sindrom nefrotik, sirosis Laenec’s, diet tinggi lemak, eklampsia

Obat-obat yang dapat meningkatkan nilai lipoprotein : Aspirin, sediaan kortison, kontrasepsi oral, fenotiazin, sulfonamid.

  1. 6.    TRIGLISERIDA (SERUM)
  • Dewasa : 12-29 tahun: 10-140 mg/dL; 30-39 tahun : 20-150 mg/dL; 40-49 tahun: 30-160 mg/dL; >50 tahun : 40-190 mg/dL, 0,44-2,09 mmol/L (unit SI)
  • Anak : bayi : 5-40 mg/dL; Anak : 5-11 tahun : 10-135 mg/dL

Masalah Klinis :

ü  Penurunan kadar : β-lipoproteinemia kongenital, hipertiroidisme, malnutrisi protein, latihan

Obat-obat yang dapat menurunkan nilai trigliserida : Asam askorbat, kofibrat (Atromid-S), fenformin, metformin.

ü  Peningkatan Kadar : Hiperlipoproteinemia, IMA, hipertensi, hipotiroidisme, sindrom nefrotik, trombosis serebral, sirosis alkoholik, DM yang tidak terkontrol, sindrom Down’s, stress, diet tinggi karbohidrat, kehamilan.

  1. 7.    ASAM URAT

Serum

  • Dewasa : pria: 3,5-8,0 mg/dL; Wanita : 2,8-6,8 mg/dL
  • Anak : 2,5-5,5 mg/dL
  • Lansia : 3,5-8,5 mg/dL

Urine

  • Dewasa : 250-500 mg/24 jam (diet rendah purin), 250-750 mg/dL (diet normal)

Masalah Klinis :

ü  Penurunan kadar : Penyakit Wilson’s, asidosis pada tubulus proksimal ginjal, anemia asam folat, luka bakar, kehamilan

Obat-obat yang dapat menurunkan nilai asam urat : Allopurinol, azatioprin (Imuran), koumarin, probenesid (Benemid), sulfinpirazon

ü  Peningkatan Kadar : Gout, alkoholik, leukemia, kanker metastase, mieloma multipel, eklampsia berat, hiperlipoproteinemia, diabetes mellitus (berat), gagal ginjal, glomerulonefritis, stres, GJK, keracunan timah hitam, latihan yang berat, malnutrisi, limfoma, anemia hemolitik, anemia megaloblastik, infeksi mononukleusis, polisitemia vera

  1. 8.    ASPARTAT AMINOTRANSFERASE (AST)/SERUM GLUTAMIC OXALOACETIC TRANSAMINASE (SGOT)
  • Dewasa : 5-40 U/mL (Frankel), 4-36 IU/L, 16-60 U/mL pada 300C (karmen), 8-33 U/L pada 370C (unit SI).
  • Anak : bayi baru lahir : Empat kali dari nilai normal
  • Lansia : sedikit lebih tinggi dari orang dewasa

Masalah Klinis

ü  Penurunan kadar : Kehamilan, diabetik ketoasidosis, beri-beri

ü  Peningkatan Kadar : Infark miokard akut (IMA), ensefalitis, nekrosis, hepar, penyakit dan trauma muskuloskeletal, pankreatitis akut, eklampsia, gagal jantung kongestif (GJK).

Obat yang dapat meningkatkan nilai AST : Antibiotik, narkotik, vitamin (asam folat, piridoksin, vitamin A), antihipertensi (metildopa, guanetidin), teofilin, golongan digitalis, kortison, flurazepam, indometasin, isoniasid, rifampisisn, kontrasepsi oral, salisislat, injeksi intramuskular.

  1. 9.    ALANIN AMINOTRANSFERASE (ALT)/ TRANSAMINASE PIRUVIK GLUTAMIK SERUM (SGPT)
  • Dewasa : 5-35 U/mL (Frankel), 4-25 mU/mL (Wrobleweski), 8-50 U/mL pada 300C (karmen), 4-35 U/L pada 370C (unit SI).
  • Anak : Bayi : Dua kali dari nilai normal orang dewasa; Anak : sama dengan dewasa
  • Lansia : Agak lebih tinggi daripada dewasa

Masalah Klinis

ü  Peningkatan Kadar : Peningkatan paling tinggi : Hepatitis (virus) akut, hepatotoksisitas yang menyebabkan nekrosis hepar (toksisitas obat atau kimia); agak atau meningkat sedang : sirosis, kanker hepar, gagal jantung kongestif, intoksikasi alkohol akut; peningkatan marginal : infark miokard akut (IMA)

Obat yang dapat meningkatkan nilai ALT : Antibiotik, narkotik, metildopa, guanetidin, sediaan digitalis, indometasin, salisilat, rifampisin, flurazepam, propanolol, kontrasepsi oral, timah, heparin.

  1. 10.  ALBUMIN (SERUM)
  • Dewasa : 3,5-5,0 g/dL; 52%-68% dari protein total
  • Anak : bayi baru lahir: 2,9-5,4 g/dL; bayi : 4,4-5,4 g/dL, anak:4,0-5,8 g/dL

Masalah Klinis

ü  Penurunan kadar : Sirosis hepar, kegagalan hepar akut, luka bakar berat, malnutrisi berat, preeklampsia, gangguan-gangguan ginjal, malignansi tertentu, kolitis ulserasi, imobilisasi lama, kehilangan protein enteropati, malabsorpsi.

Obat yang dapat menurunkan nilai albumin : Penicillin, sulfonamid, aspirin, asam askorbat

ü  Peningkatan Kadar : Dehidrasi, muntah terus-menerus, diare berat

Obat yang dapat meningkatkan nilai albumin : Heparin

11. HEMOGLOBIN DARAH

  • Dewasa : Pria : 13,5-18 g/dL; wanita : 12-16 g/dL
  • Anak : bayi baru lahir: 12-24 g/dL; 6 bulan- tahun : 10-15 g/dL, 5 tahun-14 tahun : 11-16 g/dL

Masalah Klinis

ü  Penurunan kadar : Anemia, kanker, penyakit-penyakit ginjal, pemberian cairan intravena yang berlebihan, penyakit Hodgkin’s

Obat yang dapat menurunkan nilai hemoglobin : Antibiotik, aspirin, obat-obat antineoplasma, doksapram, indometasin, sulfonamid, primaquin, rifampin, trimetadion

ü  Peningkatan Kadar : Dehidrasi/hemokonsentrasi, polisitemia, tempat yang tinggi, penyakit paru obstruksi menahun (PPOM) seperti emfisema dan asma, gagal jantung kongestif (GJK), luka bakar yang hebat.

Obat yang dapat meningkatkan nilai hemoglobin : Metildopa, gentamisin.

12. SEL DARAH PUTIH (SDP)/LEUKOSIT

  • Dewasa : Total ; 4500-10000 µL
  • Anak : bayi baru lahir : 9000-30000 µL; 2 tahun : 6000-17000 µL

Masalah Klinis

ü  Penurunan kadar : Penyakit hematopoetik 9anemia aplastik, anemia pernisiosa, hipersplenisme, penyakit gaucher’s), infeksi virus, malaria, agranulositosis, alkaholik, SLE, RA (artritis rematoid)

Obat yang dapat menurunkan nilai leukosit : Antibiotik (penicillin, sefalotin, kloramfenikol), asetaminofen, sulfonamid, propiltiourasil, barbiturat, agen kemoterapi kanker, diazepam, diuretik (furosemid, asam etakrinik0, klordiazepoksid, agen hipoglikemik oral, indometasin, metildopa, rifampin, fenotiazin.

ü  Peningkatan Kadar : Infeksi akut (pnemonia, meningitis, apemdiksitis, kolitis, petonitis, pankreatitis, pielonefritis, tuberkulosis, tonsilitis,, divertikulitis, septikemia, reumatik (demam), nekrosis jaringan (IMA, sirosis hepatis, luka bakar, kanker, emfisema, ulkus peptikum), leukemia, penyakit kolagen, anemia hemolitik, anemia sel sabit, penyakit parasitik, stres (pembedahan, demam, gangguan emosi), histamin.

Obat yang dapat meningkatkan nilai leukosit : Aspirin, antibiotik (ampicillin, eritromisin, kanamisin, metisillin, tetrasiklin, vankomisin, streptomisin), komponen emas, prokainamid, triamteren, alopurinol, kalium yodin, hidantoin derivatif, sulfonamid (kerja lama), heparin, digitalis, epinefrin, litium.

13. KLIRENS KREATININ

  • Dewasa : 85-135 mL/min
  • Anak : sama seperti dewasa
  • Lansia : Sedikit lebih rendah dari nilai dewasa.

Masalah Klinis

ü  Penurunan Kadar : Kerusakan ginjal ringan sampai berat, hipotiroidisme, distrofi otot preogresif, sklerosis lateral amiotropik (SLA)

Obat yang dapat menurunkan kreatinin klirens urine : Fenasetin, steroid tiazid

ü  Peningkatan Kadar : Hipotiroidisme,hipertensi (renovaskular), latihan, kehamilan

Obat yang dapat meningkatkan kreatinin klirens urine : Asam askorbat, steroid, L-dopa, metildopa, sefoksitin.

  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: